Kamis, 06 Desember 2012

In Spite Of


                  Qian Hongyan
Semangat si bocah cacat
Ujian yang mahaberat,jika disikapi  dengan pikiran yang terbuka dan jiwa yang  lapang, bisa mengobarkan semnagt perjuangna yang tak gampang padam. Dan semangat itulah yang dikorbarkan bocah bernama Hongyan.
Kita memang kadang perlu belajar dari
seorang bocah.jika kita ingat semangat dari seorang bocah sangat kuat untuk nemerjang halangan dan rintangan. Contohnya saja pada waktu kita belajar untuk berjalan .meski jatuh berkali-kali namut tetap diulangi sampai benar-benar bisa berjalan.
Dan semangat bocah inilah yang barangkali mampu menjadi bara api yang terus menyala di tengah gelap dan kerasnya ujian bagi sesosok anak berusia belasan dari cina, Qian Hongyan. Ujian yang menimpa bocah ini sangat berat, dia mengalami kecelakaan fatal pada umur 3 tahun yang mengakibatkan separuh tubuhnya hingga batas pinggang terpaksa di amputasi.
Selain kondisi ekonomi keluarga yang tidak berkecukupan. Karena itu keluarga gadis cilik yang tinggal di Zhuangxia Cinaitu tidak mampu membelikan kaki palsuuntuk Qian.sebagai gantinya, keluarga tersebut menyangga tubuh Qian dengan potongan bola basket. Sebuah solusi yang jauh dari kata nyaman, seperti kaki-kaki palsu lainya.

 Namun, Meski tumbuh dengan keterbatasan , Qian tak patah semnagat dia membuktikan bahwa dunia belum berakhir dia selalu menyapa dunia dengan senyuman ramah seolah-olah tak terjadi sesuatu pada dirinya.


Siap Mendunia
Dengan kekurangan di tubuhnya.Qian pantang putus asa. Meski dia belum tau bagaimana masa depanya kelak serta bagaimana masa depanya dengan kondisinya saat itu. Hingga suatu ketika ia mendatangi suatu pertandingan olahraga nasional .Disana cita-citanya bertumbuh.
Saat itu Qian setiap hari menyaksikan perjuangan beberapa atlet cacat yang ikut menyemarakan pertandingan. Melihat itu, hati Qian tergerak ,dan pada akhirnya Qian meminta pada orang tuanya untuk mengijinkan ia mengikuti latian renang , dan ternyata orang tuanya mendukung penuh tekat putrinya itu. Berapa hari setelah pertandingan orang tuanya Qian mendatangi Zhang Honghu pelatih renang Nasional yang terkenal banyak menjadikan orang cacat menjadi seorang juara.

Zhang yang dikenal sebagi pelatih yang dingin hanya mengatakan bahwa semua tergantung pada kemauan dan tekad Qian. Sebab menurutnya , dengan kekurangan separuh tubuh yang dimilikinya, agak sulit untuk berenang hanya dengan mengandalkan ledua lenganya saja. Tapi tekad Qian sangan kuat rupanya berhasil memikat hati si darah dingin itu . Maka ia membarikan porsi khusus untuk Qian agar lebih mampu menyeimbangkan kedua bahu dan lenganya. Kepercaan Zhang pun dijawab dengan kesungguhan Qian .dengan berlatih keras . Dia berlatih dalam sehari setidaknya jarak 2000 meter di tempuh Qian diarena air untuk melatih otot-ototnya. Selain itu dia juga berlatih sit-up mengangkat beban,hingga berbagai jenis latihan ia lakukan.

Semangat inilah yang  membuat Qian kini dikenal d seantero cina dan bahkan Dunia. Kisah hidup dan tekad yang kuat telah menginspirasi orang agar mampu mendobrag segala keterbatasan.
Qian selalu mematok target menjadi juara dunia renang pada kejuaraan olimpiade-olimpiade berikutnya. Dia bekerja keras untuk mewujudkan impianya tersebut. Jika melihat kesungguhan dan tekadnya, sepertinya impian itu mustahil untuk di capai.Sebab sejatinya kesungguhan dan tekad yang kuat akan dilandasi kerja keras mampu menakhlukan segala tantangan. Jika Qian mampu, bagaimana dengan kita?

 
;